Keindahan negeri di atas awan
Info wisata dieng info akomodasi paket wisata dieng, info penginapan diieng. Cp : 081228086677
Rabu, 12 Oktober 2016
Lokal guide, pemandu wisata, apakah itu
Pemandu wisata, atau local guide....bagi sebagian orang mugkin sudah sangat familiar atau sangat sangat tau dan mengenal istilah itu, terlebih yang suka jalan jalan atau atau istilah kerenya sekarang adalah travelers , backpakers, ataupun yang lain lainya.
Iya kakak, pemandu wisata adalah mereka mereka yang kalau kata orang awam kerjaanya nganter orang plesiran, liat ke obyek wisata dan bicara kesana kemari,dan ngobrol ini itu seperti sok akrab dan sok dekat pula..hehehe.
Tapi disi lain sebenarnya pemandu wisata atau guide atau lebih sederhananya lagi tukang nganter adalah orang orang yang memang tau lokasi,situasi dan kondisi setempat, jadi sisi positif yang bisa kita ambil ketika berwisata ke suatu daerah dengan membawa orang lokal setempat atau guide lokal, mungkin hal hal yang kurang menyenangkan juga bisa lebih diminimalisir, misal seperti lebih bisa meminimalisir sesuatu yang tidak menyenangkan, atau lebih bisa memudahkan kita ketika ingin membaur dengan masyarakat lokal setempat.
Tapi lebih dari itu semua makna sebenarnya dari local guide adalah orang yang selalu ingin menjalin silaturahmi pertemanan dan persaudaraan ketika di situ ada saudara yang berkunjung ke wilayah setempat untuk sekedar jalan jalan ataupun liburan agar apa yang di harapkan dari mereka yang datang ke wilayah setempat merasa lebih nyaman, karena dari mereka pula informasi perihal masalah adat istiadat dan budaya setempat, baik yang di larang untuk di lakukan dan yang boleh di lakukan.
Senin, 10 Oktober 2016
Homestay arjuna dieng, serasa dirumah sendiri
Homestay arjuna dieng, adalah salah satu homestay yang cukup terkenal di dataran tinggi dieng dan merupakan satu dari beberapa penginapan yang cukup nyaman di distrik jantung dataran tinggi dieng, juga karena lokasinya yang sagat strategis hanya beberapa meter saja dari gapura pertigaan dieng, dengan mengusung "tema serasa di rumah sendiri" para teman teman wisatawan, bacpakers, ataupun teman travelers, tak usah kawatir...kalian akan merasakan suasana nyaman seperti di rumah sendiri dengan layanan yang ramah tamah khas lokal pribumi dieng, banyak pilihan tipe kamarhomestay arjuna, dari kamar single bad, kamar extra larc, double bad, atau tipe rumahan, semua ada, dan harga berfariatif, dengan fasilitas kamar mandi dalam, air hangat, welcome drink, dan free w fii dengan harga molai : harga 200 k per kamar, booking segera guys untuk liburan kalian di : 081228086677
Minggu, 09 Oktober 2016
Tragedi meletusnya kawah sinila, dieng
Kawasan Dieng dari dulu memang terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat menakjubkan. Selain udaranya yang sejuk, di kawasan yang termasuk daerah vukanis aktif di Jawa Tengah ini juga memiliki pesona lain, seperti terdapat beberapa candi Hindu sampai dengan sensasi seperti sedang berada di negeri di atas awan.
Namun, dari keindahan alam Dieng tersebut, ada 2 tempat yang sangat berbahaya, yaitu Kawah Sinila dan Kawah Timbang yang berada di antara Desa Batur, Desa Sumberejo dan Desa Pekasiran, Kecamatan batur. Keduanya dilarang untuk dikunjungi siapapun karena sering mengeluarkan gas beracun.
Bahkan, pada hari Senin, tanggal 20 Februari 1979 silam, ada insiden yang terkenal dengan nama “Tragedi Sinila” pernah terjadi di daerah tersebut. Sayangnya, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui akan tragedi yang menelan korban lebih dari 100 orang itu.
Menurut kesaksian beberapa penduduk sekitar yang selamat dari tragedi itu mengisahkan bahwa pada tanggal 19 Februari 1979 telah terjadi gempa di sekitar Kawah Timbang. Gempa kembali terjadi pada tanggal 20 Februari 1979 sekitar pukul 01.55, 02.40 dan 04.00 WIB di sekitar pegunungan Dieng.
Sekitar pukul 05.04 WIB, Kawah Sinila meletus hebat dan mengeluarkan lahar sekitar 15.000 kubik. Pada pukul 06.50, kawah baru Sigluduk yang terletak 250 meter dari sebelah barat Kawah Sinila mulai mengeluarkan asap tebal. Sontak saja, warga Desa Kepucukan langsung berlarian menyelamatkan diri untuk menghindari bencana tersebut.
Sayangnya, karena kurang koordinasi dan pengetahuan mengenai penanggulangan serta apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana, justru ratusan warga berusaha menyelamatkan diri ke arah barat yang mana di tempat tersebut ada Kawah Timbang yang juga sedang mengeluarkan gas beracun CO2 dan H2S akibat dari letusan Kawah Sinila itu.
Saat menyeberangi desa, gas beracun sudah terlanjur menyeruak dan satu persatu warga bertumbangan dan tewas di lokasi. Menurut data yang diperoleh dari berbagai sumber, ada 149 warga yang tewas karena menghirup gas beracun.